{"id":10768,"date":"2024-05-03T06:11:44","date_gmt":"2024-05-03T06:11:44","guid":{"rendered":"https:\/\/globalalliance.me\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/"},"modified":"2025-04-01T22:55:49","modified_gmt":"2025-04-01T22:55:49","slug":"brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/","title":{"rendered":"Brasil membentuk satgas masyarakat adat untuk memajukan hak-hak atas tanah DI negara tersebut"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><em>Penetapan hak atas tanah masyarakat adat di Brasil masih tertinggal seiring Presiden Lula berjanji untuk menyelesaikan 14 proses dalam 100 hari pertama pemerintahannya. Namun, dalam lebih dari satu tahun berkuasa, ia baru berhasil menetapkan 10 proses saja.<\/em><\/strong><\/p>\n\n<p><strong>April 2024<\/strong> &#8211; Presiden Luiz In\u00e1cio Lula da Silva bertemu dengan delegasi yang terdiri dari 40 pemimpin adat dari berbagai wilayah Brasil pada Kamis (25) sore di Pal\u00e1cio do Planalto. Pertemuan tersebut terjadi selama penyelenggaraan edisi ke-20 dari Acampamento Terra Livre (ATL) &#8211; yang merupakan mobilisasi adat terbesar di negara tersebut &#8211; dan diakhiri dengan pembentukan Satuan Tugas untuk mempercepat penetapan hak atas tanah.  <\/p>\n\n<p>Pertemuan tersebut berlangsung setelah aksi massa di mana delapan ribu orang Masyarakat Adat dan Gerakan Masyarakat Sipil memenuhi area pusat kota dengan nyanyian dan seruan penuh semangat kepada pemerintah untuk mempercepat penetapan hak atas tanah dan penghentian proyek besar yang mengancam wilayah mereka. Aksi unjuk rasa tersebut berakhir di Pra\u00e7a dos Tr\u00eas Poderes, di mana kelompok-kelompok organisasi adat melanjutkan protes mereka selama pertemuan berlangsung. <\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure data-wp-context=\"{&quot;imageId&quot;:&quot;69d26d3dd3a68&quot;}\" data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"69d26d3dd3a68\" class=\"wp-block-image size-full wp-lightbox-container\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1280\" height=\"897\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" data-id=\"10151\" src=\"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-5.jpeg\" alt=\"Para pemimpin APIB dalam sebuah konferensi membahas penundaan pemerintah dalam pemberian sertifikat tanah dan dampak dari Tesis Kerangka Waktu\" class=\"wp-image-10151\" srcset=\"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-5.jpeg 1280w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-5-600x420.jpeg 600w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-5-768x538.jpeg 768w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-5-705x494.jpeg 705w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><button\n\t\t\tclass=\"lightbox-trigger\"\n\t\t\ttype=\"button\"\n\t\t\taria-haspopup=\"dialog\"\n\t\t\taria-label=\"Enlarge\"\n\t\t\tdata-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\"\n\t\t\tdata-wp-on--click=\"actions.showLightbox\"\n\t\t\tdata-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\"\n\t\t\tdata-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\"\n\t\t>\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewBox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\" \/>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure>\n\n\n\n<figure data-wp-context=\"{&quot;imageId&quot;:&quot;69d26d3dd428f&quot;}\" data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"69d26d3dd428f\" class=\"wp-block-image size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1165\" height=\"1280\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" data-id=\"10156\" src=\"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-4.jpg\" alt=\"Dinamam Tux&#xE1; berbicara tentang hambatan politik terhadap sertifikasi tanah dan harapan untuk penyelesaian melalui gugus tugas\" class=\"wp-image-10156\" srcset=\"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-4.jpg 1165w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-4-546x600.jpg 546w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-4-768x844.jpg 768w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-4-642x705.jpg 642w\" sizes=\"(max-width: 1165px) 100vw, 1165px\" \/><button\n\t\t\tclass=\"lightbox-trigger\"\n\t\t\ttype=\"button\"\n\t\t\taria-haspopup=\"dialog\"\n\t\t\taria-label=\"Enlarge\"\n\t\t\tdata-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\"\n\t\t\tdata-wp-on--click=\"actions.showLightbox\"\n\t\t\tdata-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\"\n\t\t\tdata-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\"\n\t\t>\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewBox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\" \/>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure>\n<\/figure>\n\n<p><em>Fotos: Kamikia Kisedje<\/em><\/p>\n\n<p>Artikulasi Masyarakat Adat Brasil (APIB) telah mengkritik janji pemerintah yang gagal menyelesaikan penetapan hak atas tanah untuk 14 wilayah adat dalam 100 hari pertama pemerintahan Lula. Dalam lebih dari setahun, hanya sepuluh wilayah yang berhasil ditetapkan, sementara banyak lainnya masih menunggu. Selain itu, mereka memperingatkan pembahasan di Kongres mengenai sebuah undang-undang yang bisa sangat membatasi hak-hak mereka atas tanah, yaitu Hukum Kerangka Waktu (Marco Temporal).   <\/p>\n\n<p>&#8220;Menurut kami, tidak ada hambatan hukum untuk penetapan hak atas tanah. Yang ada adalah hambatan politik, yang kami harap dapat diatasi dengan Satuan Tugas ini, yang merupakan tuntutan dari gerakan adat, agar kita bisa benar-benar membuka kembali proses demarkasi tanah. Bukan hanya empat wilayah, bukan hanya 25 wilayah dengan perintah deklaratif yang sudah ditandatangani [already signed], tetapi agar kita bisa mengatasi masalah administratif dan politik untuk demarkasi tanah adat di negara ini,&#8221; kata Dinamam Tux\u00e1, Koordinator Eksekutif APIB.   <\/p>\n\n<p>Menanggapi tuntutan utama dari APIB, pemerintah mengumumkan pembentukan satuan tugas pemerintah yang bertujuan untuk membuka proses penetapan hak atas tanah yang tertunda menunggu persetujuan presiden. Prioritas akan diberikan kepada empat wilayah kunci &#8211; termasuk Xukuru dan Morro dos Cavalos &#8211; yang masing-masing terperangkap dalam sengketa yang menunggu penyelesaian. <\/p>\n\n<p>Satuan tugas tersebut, yang dipimpin oleh Menteri Guajajara, akan berkolaborasi dengan badan-badan pemerintah utama, termasuk Kantor Kepresidenan, Kementerian Kehakiman dan Keamanan Publik, Kementerian Pembangunan Agraria dan Pertanian Keluarga, Kantor Kejaksaan Agung (AGU), dan Yayasan Nasional Masyarakat Adat (Funai).<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure data-wp-context=\"{&quot;imageId&quot;:&quot;69d26d3dd5709&quot;}\" data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"69d26d3dd5709\" class=\"wp-block-image size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" width=\"1500\" height=\"844\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" data-id=\"10141\" src=\"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Photo-Lia-Bianchini-1500x844.jpeg\" alt=\"perempuan adat berbaris di Brasilia menyerukan hak atas tanah dan penghentian proyek-proyek besar yang mengancam wilayah mereka\" class=\"wp-image-10141\" srcset=\"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Photo-Lia-Bianchini-1500x844.jpeg 1500w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Photo-Lia-Bianchini-600x338.jpeg 600w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Photo-Lia-Bianchini-768x432.jpeg 768w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Photo-Lia-Bianchini-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Photo-Lia-Bianchini-2048x1152.jpeg 2048w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Photo-Lia-Bianchini-705x397.jpeg 705w\" sizes=\"(max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><button\n\t\t\tclass=\"lightbox-trigger\"\n\t\t\ttype=\"button\"\n\t\t\taria-haspopup=\"dialog\"\n\t\t\taria-label=\"Enlarge\"\n\t\t\tdata-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\"\n\t\t\tdata-wp-on--click=\"actions.showLightbox\"\n\t\t\tdata-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\"\n\t\t\tdata-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\"\n\t\t>\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewBox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\" \/>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><figcaption class=\"wp-element-caption\">Foto: Lia Bianchini<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure data-wp-context=\"{&quot;imageId&quot;:&quot;69d26d3dd5db1&quot;}\" data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"69d26d3dd5db1\" class=\"wp-block-image size-large wp-lightbox-container\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1280\" height=\"853\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" data-id=\"10136\" src=\"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Photo-Adrian-Arantos.jpeg\" alt=\"seorang perempuan memegang papan bertuliskan, &#x201C;Pemberian hak atas tanah untuk ekosistem Cerrado&#x201D;\" class=\"wp-image-10136\" srcset=\"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Photo-Adrian-Arantos.jpeg 1280w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Photo-Adrian-Arantos-600x400.jpeg 600w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Photo-Adrian-Arantos-768x512.jpeg 768w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Photo-Adrian-Arantos-705x470.jpeg 705w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><button\n\t\t\tclass=\"lightbox-trigger\"\n\t\t\ttype=\"button\"\n\t\t\taria-haspopup=\"dialog\"\n\t\t\taria-label=\"Enlarge\"\n\t\t\tdata-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\"\n\t\t\tdata-wp-on--click=\"actions.showLightbox\"\n\t\t\tdata-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\"\n\t\t\tdata-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\"\n\t\t>\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewBox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\" \/>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><figcaption class=\"wp-element-caption\">Foto: Adrian Arantos<\/figcaption><\/figure>\n<\/figure>\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-alpha-channel-opacity has-background\" style=\"margin-top:var(--wp--preset--spacing--40);margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--40);background-color:#ffffff00;color:#ffffff00\"\/>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Gerakan masyarakat adat berkumpul untuk menentang RUU yang sangat membatasi hak-hak mereka dan proyek-proyek yang merugikan wilayah mereka.<\/h2>\n\n<p>Selama edisi ke-20 Acampamento Terra Livre, lebih dari 8.000 masyarakat adat yang berasal lebih dari 200 kelompok etnis memenuhi jalan-jalan Brasilia. Dalam nyanyian mereka, mereka menentang Teori Kerangka Waktu (Marco Temporal) dan proyek-proyek besar seperti Ferrogr\u00e3o yang mengancam hak dan wilayah mereka.  <\/p>\n\n<p>Teori Kerangka Waktu adalah konsep hukum yang menyatakan bahwa masyarakat adat hanya berhak mengklaim tanah yang mereka huni tepat pada tanggal 5 Oktober 1988, hari penetapan Konstitusi Brasil. Usulan ini tidak mengakui sejarah panjang masyarakat adat di negara ini dan tidak mempertimbangkan pemindahan paksa yang mereka alami selama masa kediktatoran Brasil di abad ke-20. Sebagai tanggapan, gerakan adat bersatu dengan argumen &#8220;Kerangka waktu kami adalah leluhur&#8221;.   <\/p>\n\n<p>Para pemimpin adat berjalan melalui Brasilia di samping sebuah truk besar yang dihias untuk mensimulasikan &#8220;kereta kematian&#8221;, sebagai tanda penolakan mereka terhadap proyek rel kereta Ferrogr\u00e3o. Rute kereta baru ini akan memotong tanah suci adat di Amazon untuk memfasilitasi ekspor kedelai. Monokultur kedelai adalah salah satu penyebab utama deforestasi dan perampasan tanah, dan kereta ini hanya akan memperburuk keadaan.  <\/p>\n\n<figure data-wp-context=\"{&quot;imageId&quot;:&quot;69d26d3dd6728&quot;}\" data-wp-interactive=\"core\/image\" data-wp-key=\"69d26d3dd6728\" class=\"wp-block-image size-full wp-lightbox-container\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1280\" height=\"720\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Jaye-Renold.jpeg\" alt=\"perwakilan masyarakat adat berbaris di sepanjang ular besar terbuat dari kain yang melambangkan cosmovision masyarakat adat\" class=\"wp-image-10146\" srcset=\"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Jaye-Renold.jpeg 1280w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Jaye-Renold-600x338.jpeg 600w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Jaye-Renold-768x432.jpeg 768w, https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Jaye-Renold-705x397.jpeg 705w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><button\n\t\t\tclass=\"lightbox-trigger\"\n\t\t\ttype=\"button\"\n\t\t\taria-haspopup=\"dialog\"\n\t\t\taria-label=\"Enlarge\"\n\t\t\tdata-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\"\n\t\t\tdata-wp-on--click=\"actions.showLightbox\"\n\t\t\tdata-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\"\n\t\t\tdata-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\"\n\t\t>\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewBox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\" \/>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Foto: Jaye Renold<\/em><\/figcaption><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penetapan hak atas tanah masyarakat adat di Brasil masih tertinggal seiring Presiden Lula berjanji untuk menyelesaikan 14 proses dalam 100 hari pertama pemerintahannya. Namun, dalam lebih dari satu tahun berkuasa, ia baru berhasil menetapkan 10 proses saja. <\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10131,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"cybocfi_hide_featured_image":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[61],"tags":[],"class_list":["post-10768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Brasil membentuk satgas masyarakat adat untuk memajukan hak-hak atas tanah DI negara tersebut - Global Alliance of Territorial Communities<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Brasil membentuk satgas masyarakat adat untuk memajukan hak-hak atas tanah DI negara tersebut - Global Alliance of Territorial Communities\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penetapan hak atas tanah masyarakat adat di Brasil masih tertinggal seiring Presiden Lula berjanji untuk menyelesaikan 14 proses dalam 100 hari pertama pemerintahannya. Namun, dalam lebih dari satu tahun berkuasa, ia baru berhasil menetapkan 10 proses saja.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Global Alliance of Territorial Communities\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-03T06:11:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-01T22:55:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-3.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1141\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"GATC\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"GATC\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"GATC\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/fce30f8bdf780bd712e18e1d4239aebc\"},\"headline\":\"Brasil membentuk satgas masyarakat adat untuk memajukan hak-hak atas tanah DI negara tersebut\",\"datePublished\":\"2024-05-03T06:11:44+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-01T22:55:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\\\/\"},\"wordCount\":597,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/Kamikia-Kisedje-3.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\\\/\",\"name\":\"Brasil membentuk satgas masyarakat adat untuk memajukan hak-hak atas tanah DI negara tersebut - Global Alliance of Territorial Communities\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/Kamikia-Kisedje-3.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-05-03T06:11:44+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-01T22:55:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/fce30f8bdf780bd712e18e1d4239aebc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/Kamikia-Kisedje-3.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/Kamikia-Kisedje-3.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":1141,\"caption\":\"Pemimpin masyarakat adat berbicara dengan Sonia Guajajara dan Presiden Lula dari Brasil di Pal\u00e1cio do Planalto\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/home\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Brasil membentuk satgas masyarakat adat untuk memajukan hak-hak atas tanah DI negara tersebut\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/\",\"name\":\"Global Alliance of Territorial Communities\",\"description\":\"We Are the Best Guardians of the Forest\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/fce30f8bdf780bd712e18e1d4239aebc\",\"name\":\"GATC\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e66da5702538a463148fac7299f33add18be6ea677862f8692689faad1602816?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e66da5702538a463148fac7299f33add18be6ea677862f8692689faad1602816?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e66da5702538a463148fac7299f33add18be6ea677862f8692689faad1602816?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"GATC\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/globalalliance.me\\\/id\\\/author\\\/skygoodwebworks-com\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Brasil membentuk satgas masyarakat adat untuk memajukan hak-hak atas tanah DI negara tersebut - Global Alliance of Territorial Communities","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Brasil membentuk satgas masyarakat adat untuk memajukan hak-hak atas tanah DI negara tersebut - Global Alliance of Territorial Communities","og_description":"Penetapan hak atas tanah masyarakat adat di Brasil masih tertinggal seiring Presiden Lula berjanji untuk menyelesaikan 14 proses dalam 100 hari pertama pemerintahannya. Namun, dalam lebih dari satu tahun berkuasa, ia baru berhasil menetapkan 10 proses saja.","og_url":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/","og_site_name":"Global Alliance of Territorial Communities","article_published_time":"2024-05-03T06:11:44+00:00","article_modified_time":"2025-04-01T22:55:49+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":1141,"url":"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-3.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"GATC","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"GATC","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/"},"author":{"name":"GATC","@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/#\/schema\/person\/fce30f8bdf780bd712e18e1d4239aebc"},"headline":"Brasil membentuk satgas masyarakat adat untuk memajukan hak-hak atas tanah DI negara tersebut","datePublished":"2024-05-03T06:11:44+00:00","dateModified":"2025-04-01T22:55:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/"},"wordCount":597,"image":{"@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-3.jpeg","articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/","url":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/","name":"Brasil membentuk satgas masyarakat adat untuk memajukan hak-hak atas tanah DI negara tersebut - Global Alliance of Territorial Communities","isPartOf":{"@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-3.jpeg","datePublished":"2024-05-03T06:11:44+00:00","dateModified":"2025-04-01T22:55:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/#\/schema\/person\/fce30f8bdf780bd712e18e1d4239aebc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/#primaryimage","url":"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-3.jpeg","contentUrl":"https:\/\/globalalliance.me\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Kamikia-Kisedje-3.jpeg","width":1280,"height":1141,"caption":"Pemimpin masyarakat adat berbicara dengan Sonia Guajajara dan Presiden Lula dari Brasil di Pal\u00e1cio do Planalto"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/brasil-membentuk-satgas-masyarakat-adat-untuk-memajukan-hak-hak-atas-tanah-di-negara-tersebut\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/home\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Brasil membentuk satgas masyarakat adat untuk memajukan hak-hak atas tanah DI negara tersebut"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/#website","url":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/","name":"Global Alliance of Territorial Communities","description":"We Are the Best Guardians of the Forest","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/#\/schema\/person\/fce30f8bdf780bd712e18e1d4239aebc","name":"GATC","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e66da5702538a463148fac7299f33add18be6ea677862f8692689faad1602816?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e66da5702538a463148fac7299f33add18be6ea677862f8692689faad1602816?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e66da5702538a463148fac7299f33add18be6ea677862f8692689faad1602816?s=96&d=mm&r=g","caption":"GATC"},"url":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/author\/skygoodwebworks-com\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10768"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10768\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/globalalliance.me\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}