fbpx

Anggota Kami

Klik logo untuk detailnya

Untuk mendapatkan berita terbaru dari penjaga komunitas adat dan lokal, silakan daftar di sini.

Kontak

Pertanyaan umum:
email hidden; JavaScript is required

Pers dan media:
email hidden; JavaScript is required

Follow kami

Rainforest Foundations US adalah sponsor finansial kami. Untuk surat dan paket, silakan kirim ke alamat berikut:

Rainforest Foundation US
P.O. Box 26908
Brooklyn, NY 11202

photo: If Not Us Then Who?

AMPB

Alianza Mesoamericana de Pueblos Y Bosques

The Mesoamerican Alliance of Peoples and Forests (AMPB) is a space for coordination and exchange of territorial authorities that manage or influence the main forest areas of Mesoamerica. Indigenous governments and community forestry organizations that in the Alliance seek to strengthen their own dialogue, focused on conservation and community management of their territories, while jointly seeking to influence governments and international stakeholders to ensure that strategies for the conservation of biodiversity and for climate change mitigation, appropriately integrate the rights and benefits of Indigenous Peoples and Forest Communities. AMPB works on two clear advocacy routes: the Community Forest Management agenda and the Territorial Rights agenda. Both are based on the global climate change agenda. Members of AMPB include: MOCAF Network, ACOFOP, National Forestry Alliance, Utz Che’, FEPROAH, MASTA, Mayangna Nation, YATAMA, RIBCA, Guna General Congress, and Embera Region-Wounaan. 

AMAN

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara

The Indigenous Peoples Alliance of the Archipelago (AMAN) was established on 17 March, 1999. AMAN is composed of: 2,.449 member communities; a population of 20+ million in population, 21 regional chapters, 115 local chapters, 3 wing organizations, 2 autonomous bodies, and 2 economic institutions. Additionally, we represent non-member IPs—over 60 million Indonesians who manage over 60 million hectares of forests and other natural resources in Indonesia. AMAN is a leading organization that fights for the recognition and protection of Indigenous Peoples’ Rights in Indonesia. Nationally and globally AMAN was the recipient of the Elinor Ostrom Award on Collective Governance of the Commons Council, Culture Award from the Indonesian Minister of Culture and Education, and “The Best Mass Organization Award” from the Indonesian Minister of Home Affairs. At the international level, AMAN has been involved in the initiation of various global initiatives including: the Global Alliance of Territorial Communities (GATC), The International Indigenous Peoples Forum on Climate Change/IPFCC, and is a member of Asia Indigenous Peoples Pact (AIPP). 

COICA

Coordinadora de Las Organizaciones Indígenas de la Cuenca Amazónica

The Coordinator of Indigenous Organizations of the Amazon Basin (COICA) in Spanish) is an indigenous organization of international convergence that acts on behalf of 511 Indigenous Peoples, of which approximately 66 are Indigenous Peoples in Voluntary Isolation and Initial Contact (PIACI); articulated through organizations with a political-organizational base, present in the 9 Amazonian countries: AIDESEP (Peru), COIAB (Brazil), ORPIA (Venezuela), CIDOB (Bolivia), CONFENIAE (Ecuador), APA (Guyana), OPIAC (Colombia), OIS (Suriname), and FOAG (French Guiana). As Amazonian indigenous peoples, our efforts are oriented towards the promotion, protection, and security of our territories, through our ways of life, principles, and social, spiritual, and cultural values. COICA was born on March 14th, 1984, during the First Congress of Indigenous Organizations of the Amazon Basin.

APIB

Articulação Dos Povos Indígenas Do Brasil

The Articulation of the Indigenous Peoples of Brazil (APIB), was created by indigenous movement at Terra Livre Camp (ATL) 2005. It is an instance of national reference of the indigenous movement in Brazil, bringing together indigenous organizations at the regional level, created from the bottom up. APIB’s purpose is to strengthen the unity of indigenous peoples, the articulation between different indigenous regions and organizations; mobilizing indigenous peoples and organizations against threats and aggressions. 

REPALEAC

The Network of Indigenous and Local Populations for the Sustainable Management of Central African Forest Ecosystems

The Network of Indigenous and Local Populations for the Sustainable Management of Forest Ecosystems in Central Africa (REPALEAC) is a sub-regional civil society organization and a specialized network of the Conference on Dense and Humid Ecosystems in Central Africa (CEFDHAC), a platform that brings together civil society organizations (CSOs) working for good governance and sustainable management of forests in Central Africa with the Central African Forests Commission (COMIFAC). Since its creation in 2003 in Kigali, Rwanda, REPALEAC and its active national networks in Burundi, Cameroon, Congo, Gabon, Equatorial Guinea, the Central African Republic of the Democratic Republic of Congo, the Republic of Chad and Rwanda are taking action to defend the rights of Indigenous Peoples and Local Communities (IP-LCs) as well as the sustainability of the ecosystems to which they are intimately linked and on which their survival depends.

foto: If Not Us Then Who?

AMPB

Aliansi Masyarakat dan Hutan Mesoamerika

Aliansi Masyarakat dan Hutan Mesoamerika (AMPB) adalah ruang koordinasi dan pertukaran otoritas teritorial yang mengelola atau memengaruhi wilayah hutan utama di Mesoamerika. Pemerintah adat dan organisasi kehutanan masyarakat yang bergabung dalam Aliansi berupaya memperkuat dialog internal mereka, yang berfokus pada konservasi dan pengelolaan komunitas wilayah mereka sendiri, sambil bersama-sama berupaya mempengaruhi pemerintah dan stakeholder international untuk memastikan bahwa strategi untuk konservasi biodiversitas dan mitigasi perubahan iklim, secara tepat mengintegrasikan hak dan manfaat dari Masyarakat Adat dan Komunitas Hutan. AMPB bekerja pada dua jalur advokasi yang jelas: agenda Pengelolaan Hutan Komunitas dan Agenda Hak Atas Wilayah. Kedua agenda tersebut didasarkan pada agenda perubahan iklim global. Anggota AMPB termasuk: Jaringan MOCAF, ACOFOP, Aliansi Kehutanan Nasional, Utz Che’, FEPROAH, MASTA, Bangsa Mayangna, YATAMA, RIBCA, Kongres Umum Guna, dan Wilayah Embera-Wounaan.

AMAN

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) didirikan pada tanggal 17 Maret 1999. AMAN terdiri dari: 2.449 komunitas anggota; dengan populasi lebih dari 20 juta orang, 21 cabang regional, 115 cabang lokal, 3 cabang organisasi, 2 badan otonomi, dan 2 lembaga institusi ekonomi. Selain itu, kami mewakili non-anggota masyarakat adat—dengan lebih dari 60 juta penduduk Indonesia yang mengelola lebih dari 60 juta hektar hutan dan sumber daya alam lainnya di Indonesia. AMAN adalah organisasi utama yang memperjuangkan pengakuan dan perlindungan Hak Masyarakat Adat di Indonesia. Secara nasional dan global, AMAN menerima Penghargaan Elinor Ostrom untuk Tata Kelola Bersama Dewan Perhimpunan Bersama, Penghargaan Budaya dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, dan “Penghargaan Organisasi Massa Terbaik” dari Menteri Dalam Negeri Indonesia. Di tingkat internasional, AMAN terlibat dalam inisiasi berbagai inisiatif global termasuk: Aliansi Global Komunitas Teritorial (GATC), Forum Masyarakat Adat Internasional tentang Perubahan Iklim/IPFCC, dan merupakan anggota Asia Indigenous Peoples Pact (AIPP).

COICA

Coordinadora de Las Organizaciones Indígenas de la Cuenca Amazónica

“Koordinator Organisasi Masyarakat Adat Lembah Amazon (COICA) dalam Bahasa Spanyol) adalah sebuah organisasi masyarakat adat konvergensi internasional yang bertindak atas nama 511 Masyarakat Adat, di mana sekitar 66 di antaranya adalah Masyarakat Adat yang berada dalam Isolasi Sukarela dan Kontak Awal (PIACI); diartikulasikan melalui organisasi dengan basis politik-organisasional, hadir di 9 negara Amazon: AIDESEP (Peru), COIAB (Brasil), ORPIA (Venezuela), CIDOB (Bolivia), CONFENIAE (Ecuador), APA (Guyana), OPIAC (Kolombia), OIS (Suriname), dan FOAG (Guyana Prancis). Sebagai masyarakat adat Amazon, upaya kami terarah pada promosi, perlindungan, dan keamanan wilayah-wilayah kami, melalui cara hidup, prinsip, dan nilai-nilai sosial, spiritual, dan budaya kami. COICA lahir pada tanggal 14 Maret 1984, pada Kongres Pertama Organisasi Masyarakat Adat Lembah Amazon.”

APIB

Articulação Dos Povos Indígenas Do Brasil

Artikulasi Masyarakat Adat Brasil (APIB), diciptakan oleh gerakan masyarakat adat di Terra Livre Camp (ATL) 2005. Ini adalah sebuah contoh referensi nasional gerakan masyarakat adat di Brasil, yang menyatukan organisasi-organisasi masyarakat adat di tingkat regional, yang dibentuk dari bawah ke atas. Tujuan APIB adalah untuk memperkuat persatuan masyarakat adat, artikulasi antara berbagai wilayah dan organisasi adat; memobilisasi masyarakat adat dan organisasi untuk melawan ancaman dan agresi.

REPALEAC

Reseau des populations autochtones et locales pour la gestion durable des ecosystemes forestiers d’Afrique Centrale

Jaringan Masyarakat Adat dan Lokal untuk Pengelolaan Ekosistem Hutan yang Berkelanjutan di Afrika Tengah (REPALEAC) adalah sebuah organisasi masyarakat sipil sub-regional dan jaringan khusus dari Konferensi tentang Ekosistem yang Padat dan Lembab di Afrika Tengah (CEFDHAC), sebuah platform yang menyatukan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang bekerja untuk tata kelola pemerintahan yang baik dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Afrika Tengah dengan Komisi Hutan Afrika Tengah (COMIFAC). Sejak didirikan pada tahun 2003 di Kigali, Rwanda, REPALEAC dan jaringan nasionalnya yang aktif di Burundi, Kamerun, Kongo, Gabon, Guinea Khatulistiwa, Republik Demokratik Kongo, Republik Afrika Tengah, Republik Chad, dan Rwanda telah melakukan tindakan untuk membela hak-hak Masyarakat Adat dan Masyarakat Setempat (IP-LC) dan juga kelestarian ekosistem yang terkait erat dengan mereka dan yang menjadi tumpuan kelangsungan hidup mereka.